July 15, 2026

MPLS Hari Ketiga SMPN 69 Jakarta Murid Dibekali Karakter Positif dari Kepolisian & Tes Diagnostik Literasi Numerasi

Jakarta, 15 Juli 2026 – Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hari ketiga di SMPN 69 Jakarta pada Rabu (15/7/2026) berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh antusiasme. Berbagai kegiatan edukatif diselenggarakan untuk mendukung pembentukan karakter serta meningkatkan kesiapan peserta didik baru dalam menghadapi proses pembelajaran di jenjang sekolah menengah pertama.

Kegiatan diawali dengan pelaksanaan Tes Diagnostik Literasi dan Numerasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Tes ini bertujuan untuk memetakan kemampuan awal peserta didik sebagai dasar dalam merancang pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing peserta didik.

Selanjutnya, peserta didik memperoleh materi Literasi Digital yang membahas pentingnya memanfaatkan teknologi secara bijak, aman, dan bertanggung jawab. Dalam sesi ini, peserta dibekali pemahaman mengenai etika berkomunikasi di ruang digital, keamanan data pribadi, serta cara menyaring informasi agar terhindar dari hoaks dan penyalahgunaan media digital.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, narasumber dari Kepolisian memberikan penyuluhan mengenai pencegahan kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, perundungan, serta pentingnya menaati aturan hukum dan menjaga pergaulan yang sehat. Materi disampaikan secara komunikatif dan interaktif sehingga peserta didik dapat memahami berbagai risiko perilaku menyimpang serta pentingnya membangun karakter yang disiplin, bertanggung jawab, dan berintegritas.

Melalui kegiatan MPLS hari ketiga ini, SMPN 69 Jakarta berharap seluruh peserta didik baru semakin siap mengikuti pembelajaran, memiliki kecakapan literasi dan numerasi yang baik, mampu memanfaatkan teknologi secara positif, serta memiliki kesadaran untuk menjauhi segala bentuk kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba.

MPLS SMPN 69 Jakarta terus dilaksanakan dengan mengusung semangat ramah anak, ramah lingkungan, inklusif, edukatif, serta bebas dari kekerasan dan perundungan, sehingga menjadi pengalaman yang bermakna dalam membentuk generasi yang berkarakter, cerdas, dan berprestasi.

Share